BACA JUGA:Wow! Kementerian UMKM Targetkan KUR Rp300 Triliun pada 2025, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?
Beberapa bentuk kemitraan ini meliputi:
Kolaborasi UMKM dengan perusahaan besar sebagai pemasok bahan baku atau produk.
Kemudahan akses ke pasar melalui jaringan distribusi perusahaan besar.
Program inkubasi bisnis untuk mempercepat pertumbuhan UMKM.
Kemitraan ini memberikan kesempatan bagi UMKM untuk memperluas skala produksi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Tantangan dalam Pendampingan UMKM KUR 2025
Meski program pendampingan UMKM dalam KUR 2025 memiliki banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar hasilnya lebih optimal:
BACA JUGA:Cek Nih! Buyer Asing Kepincut Produk UMKM Pertamina, Ada Potensi Kontrak Jangka Panjang?
BACA JUGA:Wow! Kementerian UMKM Targetkan KUR Rp300 Triliun pada 2025, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?
1. Rendahnya Literasi Digital di Kalangan UMKM
Banyak pelaku usaha yang masih kesulitan beradaptasi dengan digitalisasi bisnis, seperti penggunaan marketplace, sistem pembayaran digital, dan pemasaran online.
Solusi:
Pemerintah menggandeng Google dan Meta untuk memberikan pelatihan digital.
Bank penyalur KUR menyediakan layanan edukasi digital bagi nasabah UMKM.
2. Keterbatasan Akses ke Pendampingan di Daerah Terpencil