Intip Yuk! Digitalisasi UMKM dalam Penyaluran KUR: Solusi Efektif atau Tantangan Baru?

Kamis 27-02-2025,21:00 WIB
Reporter : Junita Sabrina
Editor : Junita Sabrina

Hal ini membuat digitalisasi KUR kurang optimal bagi UMKM yang berada di wilayah dengan infrastruktur teknologi yang minim.

3. Keamanan Data dan Risiko Kejahatan Siber

Digitalisasi juga membuka peluang bagi penipuan dan pencurian data. 

BACA JUGA:Wow! Kementerian UMKM Targetkan KUR Rp300 Triliun pada 2025, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

BACA JUGA:Joget Samba Fenomenal! Ronaldinho Tampil di Iklan Shopee, Fans Sepak Bola Histeris

UMKM yang tidak memahami cara melindungi data pribadi dan keuangan mereka bisa menjadi korban kejahatan siber saat mengajukan pinjaman secara online.

4. Tidak Semua UMKM Memiliki Rekam Jejak Digital

Sebagian besar skema digitalisasi KUR mengandalkan data transaksi digital, seperti laporan keuangan digital atau riwayat transaksi di e-commerce. 

Sayangnya, masih banyak UMKM yang beroperasi secara konvensional dan belum memiliki rekam jejak digital yang jelas.

Strategi untuk Mengatasi Tantangan Digitalisasi KUR

Agar digitalisasi dalam penyaluran KUR benar-benar efektif, pemerintah dan perbankan harus menerapkan strategi yang tepat. 

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

BACA JUGA:BUMN & INACRAFT 2025: Bagaimana Produk Lokal Bisa Masuk Pasar Internasional?

BACA JUGA:Intip Yuk! KUR dan Pertumbuhan Ekonomi: Mampukah Target Rp300 Triliun Meningkatkan Daya Saing UMKM?

1. Pelatihan dan Pendampingan UMKM dalam Literasi Digital

Pemerintah perlu menyediakan program edukasi dan pelatihan bagi UMKM untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang teknologi keuangan, cara mengajukan pinjaman secara digital, serta manajemen keuangan berbasis aplikasi.

Kategori :