Sementara itu, International Monetary Fund mendesak Jepang untuk terus menaikkan suku bunga dan menahan diri dari pelonggaran fiskal.
IMF memperingatkan bahwa rencana penangguhan pajak konsumsi 8 persen berpotensi mempersempit ruang fiskal.
Kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi dengan agenda kebijakan pajak tersebut memunculkan kekhawatiran tambahan terhadap stabilitas moneter Jepang.
Di kawasan Pasifik, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga di level 2,25 persen.
Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar demi menopang pemulihan ekonomi yang masih rapuh.
Mata uang NZD pun melemah ke kisaran 0,601 per dolar AS.
Update Kurs dan Komoditas Hari Ini
Pergerakan kurs menunjukkan dolar AS di kisaran Rp16.870 (buy) dan Rp16.920 (sell).
Sementara euro berada di Rp19.884–Rp19.966, dan poundsterling di atas Rp22.700.
Harga minyak mentah tercatat di USD65,35 per barel, sedangkan emas (XAU) berada di level 4.976,97.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.792 per Dolar, Sinyal Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Penguatan dolar biasanya berdampak pada kenaikan harga barang impor dan potensi tekanan pada sektor yang bergantung pada bahan baku luar negeri.
Namun bagi eksportir, kondisi ini bisa menjadi peluang karena nilai tukar yang lebih tinggi meningkatkan daya saing produk Indonesia.
Tips bagi masyarakat dan pelaku usaha:
Jika memiliki kewajiban dalam dolar, pertimbangkan lindung nilai (hedging).
Diversifikasi aset, termasuk emas sebagai safe haven.
Pantau kebijakan suku bunga global sebelum mengambil keputusan investasi besar.