USD Makin Perkasa di Tengah Konflik Timur Tengah, Minyak Naik ke 74 Dolar
USD Makin Perkasa di Tengah Konflik Timur Tengah, Minyak Naik ke 74 Dolar.sumeks radio--
SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – Pergerakan kurs dolar AS hari ini kembali menunjukkan penguatan signifikan terhadap mayoritas mata uang dunia. Meluasnya konflik di Timur Tengah semakin memperkokoh status USD sebagai safe haven global, membuat investor mengalihkan dana ke aset berdenominasi dolar.
Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, turut menjadi katalis sentimen pasar.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menyediakan garansi asuransi serta pengawalan kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz.
Langkah ini bertujuan mencegah potensi krisis energi global akibat perang dengan Iran.
The Fed Makin Hati-Hati, Pemangkasan Suku Bunga Diragukan
Dari Amerika Serikat, Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyampaikan bahwa eskalasi konflik membuatnya semakin ragu terhadap rencana pemotongan suku bunga tahun ini.
Sebelumnya ia memperkirakan satu kali pemangkasan, namun lonjakan risiko geopolitik dan tekanan inflasi energi berpotensi mengubah arah kebijakan moneter.
Sikap hati-hati ini mendukung penguatan USD karena pasar melihat peluang suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.792 per Dolar, Sinyal Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global
Inflasi Eropa Naik, ECB Waspada
Inflasi zona euro secara mengejutkan meningkat, memaksa European Central Bank (ECB) untuk lebih berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Lonjakan harga energi akibat perang Iran menjadi faktor utama tekanan inflasi.
Kondisi ini membuat euro relatif tertekan terhadap dolar, tercermin dari pergerakan EUR/USD di kisaran 1,1587–1,1594.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: