Setiap hari ribuan bata diproduksi secara kolektif oleh warga sebelum melalui proses pengeringan dan pembakaran.
Meski masih menggunakan metode tradisional, pemasaran kini telah merambah platform digital sehingga jangkauan pasar semakin luas.
Kebutuhan konstruksi yang terus meningkat di wilayah sekitar turut menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
BACA JUGA:Kisah Inspiratif Na'am Muslim: Membangun Kemandirian Ekonomi Lewat BRILink Agen di Bakauheni
Peternakan Kolektif Didukung Pembiayaan KUR
Sektor peternakan juga berkembang melalui kerja sama kelompok ternak berbasis komunitas.
Sistem pengelolaan kolektif membuat biaya operasional lebih efisien sekaligus memperkuat ketahanan usaha masyarakat.
Sebagian kelompok ternak bahkan telah memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperluas skala usaha secara bertahap.
Model pembiayaan seperti ini terbukti efektif meningkatkan kapasitas produksi tanpa membebani ekonomi rumah tangga secara berlebihan.
BACA JUGA:Bank Digital Resmi di Indonesia: Status Legalitas, Pengawasan, dan Jaminan Dana Nasabah
Desa BRILiaN Sudah Jangkau Ribuan Desa di Indonesia
Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia, Dhanny, menjelaskan bahwa Program Desa BRILiaN merupakan bagian dari strategi nasional BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan, akses pembiayaan, serta integrasi ekosistem usaha.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.
Secara strategis, pendekatan ini sejalan dengan agenda pemerataan pembangunan nasional karena desa terbukti menjadi basis ekonomi paling stabil dalam menghadapi tekanan ekonomi global.
Ke depan, model kolaborasi seperti yang terjadi di Desa Manemeng dinilai berpotensi menjadi contoh pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong yang adaptif terhadap era digital sekaligus berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat desa.