USD Perkasa & Minyak Tembus 113 Dolar! Dampak ke Rupiah, Suku Bunga, dan Ekonomi RI

Senin 06-04-2026,14:27 WIB
Reporter : Sujarwo
Editor : Sujarwo

Mengapa ini penting?

  • Biaya produksi naik → harga barang ikut terdorong
  • Transportasi mahal → logistik terganggu
  • Inflasi meningkat → daya beli masyarakat turun

Bagi Indonesia, dampaknya bisa terasa pada:

  • Harga BBM subsidi dan non-subsidi
  • Tarif transportasi
  • Harga kebutuhan pokok

BACA JUGA:Dolar AS Melemah Usai Pernyataan Donald Trump soal Konflik Iran, Harga Minyak Turun dan Pasar Saham Menguat

Fokus Pasar: Inflasi AS & Kebijakan The Fed

Minggu ini, perhatian pasar global tertuju pada dua agenda penting:

1. Data Inflasi AS (Jumat)

Data ini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

2. Notulen Rapat The Fed (Rabu)

Petunjuk penting apakah bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga.

Jika inflasi naik akibat harga energi:

  • The Fed berpotensi menaikkan suku bunga
  • USD bisa semakin kuat
  • Rupiah berpotensi melemah lebih dalam

BACA JUGA:Dari Dapur Sederhana ke Usaha Mandiri, Kisah Tantiningsih Bukti Nyata Program Ultra Mikro BRI Ubah Nasib

Dampak ke Asia & Mata Uang Global

Tidak hanya Indonesia, negara lain juga terkena efek domino:

  • Yen Jepang melemah hingga 159 per USD
  • Won Korea dan Ringgit Malaysia ikut tertekan
  • Dolar Australia justru stabil karena ekspektasi kenaikan suku bunga

Sementara itu, Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) diperkirakan akan menahan suku bunga di level 2,25% karena ketidakpastian global masih tinggi.

BACA JUGA:ASN WFH Setiap Jumat Mulai April 2026: Hemat APBN & Aturan Baru BBM Resmi Berlaku

Apa Dampaknya ke Masyarakat?

Kategori :