SUMEKSRADIONEWS.CO - Niat awal pemerintah untuk menertibkan dan memfilter klasifikasi usia lewat Indonesia Game Rating System (IGRS) kini justru berujung pada skandal siber berskala internasional.
Sistem yang dikelola di bawah pengawasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ini tengah menjadi sorotan tajam setelah ditemukannya celah keamanan fatal.
Celah tersebut tidak sekadar menyebabkan masalah klasifikasi yang keliru pada platform seperti Steam, melainkan memicu kebocoran data massal yang mengungkap deretan game raksasa dunia sebelum jadwal rilis resminya.
Kasus kebocoran IGRS ini dengan cepat menyebar luas dan menciptakan kehebohan di berbagai forum diskusi gamer global.
BACA JUGA:Kojima Kembali! Physint Bakal Dobrak Batas Antara Game dan Film Hollywood
BACA JUGA:Hago Jadi Game Penghasil Saldo DANA Paling Cuan 2026, Ini Alasan dan Perbandingannya
Akar permasalahan ini bermula dari proses pendaftaran klasifikasi mandiri yang mewajibkan para pengembang game untuk mengirimkan sejumlah material ke dalam sistem IGRS.
Material tersebut sering kali mencakup cuplikan gameplay (footage), detail jalan cerita, hingga aset visual sensitif lainnya yang digunakan sebagai dasar penilaian rating usia oleh para kurator.
Sayangnya, sistem perlindungan data pada portal IGRS diduga mengalami kerentanan teknis, sehingga materi yang berstatus sangat rahasia tersebut dapat diakses secara bebas dan disebarkan ke publik.
Dampak dari masalah kebocoran IGRS ini sangat memukul telak para studio game besar.
BACA JUGA:Garmin Venu 2 Plus: Smartwatch Garmin Paling Komunikatif dengan Fitur Telepon & Voice Assistant
Salah satu korban paling disorot adalah game "007: First Light" garapan IO Interactive.
Game yang mengangkat kisah awal mula perjalanan James Bond dan baru dijadwalkan meluncur pada 27 Mei 2027 tersebut harus rela plot cerita utamanya, hingga adegan krusial di akhir permainan, tersebar liar di internet.
Selain itu, proyek besar yang masih dirahasiakan seperti "Assassin's Creed Black Flag Resynced" dari Ubisoft, "Ace Combat 8: Wings of Theve", serta "Castlevania: Belmont's Curse" besutan Konami juga ikut terseret dalam gelombang kebocoran ini.