Kini, setelah puluhan tahun berlalu, HP Samsung terjadul ini mengalami metamorfosis fungsi. Dari yang awalnya alat komunikasi utama, kini beralih menjadi barang investasi bernilai estetika tinggi.
Pasar barang antik dan komunitas kolektor ponsel lawas di Indonesia kembali menggeliat. Banyak kolektor yang rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah demi berburu unit yang masih mulus atau bahkan masih berfungsi dengan baik lengkap dengan kotak orisinalnya.
Mengetik di atas papan tombol fisik dan mendengarkan nada dering monoton (monofonik) membawa sensasi nostalgia yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh layar sentuh paling responsif sekalipun.
Sejarah mencatat bahwa kegagalan awal dan penyempurnaan tiada henti pada model-model jadul inilah yang membentuk fondasi Samsung hingga menjadi pemimpin pasar seperti sekarang.
Memiliki atau sekadar melihat kembali HP Samsung terjadul memberikan kita perspektif berharga: bahwa setiap inovasi hebat selalu dimulai dari sebuah langkah awal yang sederhana, tebal, dan penuh keterbatasan.