Self-Reward atau Silap Mata? Mengupas Gaya Hidup Hedon Anak Muda

Minggu 26-07-2026,00:00 WIB
Reporter : Monica
Editor : Monica

SUMEKS RADIO - Fenomena gaya hidup di kalangan Generasi Z saat ini sering kali memicu perdebatan hangat di berbagai platform media sosial.

Di satu sisi, generasi ini sangat peduli terhadap kesehatan mental dan pentingnya menjaga keseimbangan hidup (work-life balance).

Namun, di sisi lain, muncul sebuah tren mengkhawatirkan di mana istilah self-reward atau penghargaan untuk diri sendiri kerap disalahgunakan menjadi kedok bagi perilaku konsumtif dan hedonisme.

Setiap pencapaian kecil, mulai dari menyelesaikan tugas kuliah, bertahan melewati minggu yang berat, hingga sekadar bangun pagi, sering kali dirayakan dengan pengeluaran finansial yang berlebihan.

BACA JUGA:Gaya Hidup Bukan Soal Mewah: Ini Tentang Apa yang Kamu Pilih Setiap Hari

BACA JUGA:Ingin Bulu Mata Lentik dan Elegan? Individual Lashes Jawabannya

​Budaya ini tidak terbentuk tanpa sebab.

Arus informasi yang serba cepat serta paparan gaya hidup mewah para influencer di media sosial menciptakan standar hidup yang tidak realistis.

Banyak anak muda merasa berhak menikmati fasilitas kelas atas demi mendapatkan pengakuan atau sekadar merasa relevan dengan tren yang ada.

Akibatnya, batas tipis antara bentuk apresiasi diri yang sehat dan perilaku boros menjadi kabur.

BACA JUGA:Jangan Sampai Salah Pilih! Ini Item Fashion yang Cocok Saat Terik Matahari

BACA JUGA:Laporkan Nomor WhatsApp Penipu agar Diblokir Permanen, Ini Panduan Resmi dari Pemerintah

Pembelian secangkir kopi berharga mahal setiap hari, belanja pakaian bermerek secara impulsif, hingga liburan spontan di luar anggaran, sering kali dibenarkan dengan dalih "aku kan sudah kerja keras".

​Dampak dari kebiasaan ini tentu tidak bisa dianggap remeh.

Secara jangka panjang, akumulasi pengeluaran konsumtif tanpa perencanaan matang akan menggerogoti kondisi finansial generasi muda.

Kategori :