Sementara itu, posisi bagian tubuh yang lebih tinggi dari jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan.
BACA JUGA:Kejutan VNL 2026: Dominasi Jepang dan Drama Lima Set Yang Mengguncang Dunia!
BACA JUGA: Anak Muda Kini Lebih Aktif Berpartisipasi di Ajang Kompetisi
Cedera ringan seperti memar atau keseleo ringan biasanya membaik dalam beberapa hari apabila ditangani dengan benar.
Namun apabila muncul nyeri hebat, pembengkakan yang terus bertambah, kesulitan berjalan, atau terdengar bunyi saat cedera terjadi, pemain sebaiknya segera mendapatkan pemeriksaan medis.
Selain penanganan awal, proses rehabilitasi juga memegang peranan penting. Banyak pemain terburu-buru kembali ke lapangan sebelum kondisi benar-benar pulih.
Padahal, otot dan sendi yang belum siap bekerja maksimal memiliki risiko tinggi mengalami cedera berulang.
Latihan peregangan dan penguatan otot secara bertahap dapat membantu mengembalikan fungsi tubuh.
Program rehabilitasi biasanya disesuaikan dengan jenis cedera dan tingkat keparahannya.
Pada beberapa kasus, fisioterapi menjadi pilihan efektif untuk mempercepat pemulihan.
Pencegahan juga tidak kalah penting dibandingkan pengobatan.
Pemanasan selama 10 hingga 15 menit sebelum bermain membantu meningkatkan elastisitas otot dan kesiapan tubuh menghadapi aktivitas intensitas tinggi.
Setelah pertandingan selesai, pendinginan dan peregangan membantu mengurangi ketegangan otot.
Menggunakan sepatu yang sesuai dengan jenis lapangan, menjaga kebugaran fisik, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta menghindari kelelahan berlebihan juga dapat menurunkan risiko cedera.
Asupan nutrisi turut mendukung proses penyembuhan.
Protein berperan dalam memperbaiki jaringan otot, sementara vitamin C dan vitamin D membantu pembentukan kolagen serta menjaga kesehatan tulang.