Kesalahan yang masih sering dilakukan adalah menggosok kedua pergelangan tangan setelah menyemprot parfum.
Kebiasaan ini justru dapat merusak struktur aroma sehingga parfum lebih cepat menguap.
Sebaiknya biarkan parfum mengering secara alami agar wanginya bertahan lebih lama.
Penyimpanan parfum juga tidak boleh diabaikan.
Simpan botol parfum di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
Suhu yang terlalu panas dapat mengubah komposisi aroma sehingga kualitas parfum menurun lebih cepat.
Menariknya, aroma parfum bisa tercium berbeda pada setiap orang.
Hal ini dipengaruhi oleh kondisi kulit, kadar minyak alami tubuh, suhu tubuh, hingga pola makan.
Karena itu, parfum yang cocok untuk seseorang belum tentu menghasilkan aroma yang sama ketika digunakan orang lain.
Dalam dunia parfum juga dikenal beberapa jenis konsentrasi, seperti Eau de Cologne (EDC), Eau de Toilette (EDT), Eau de Parfum (EDP), dan Parfum atau Extrait de Parfum.
Semakin tinggi konsentrasi minyak parfum, biasanya semakin lama pula aroma bertahan di kulit.
Namun, pemilihan jenis parfum tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas pengguna.
Tren parfum pada tahun 2026 menunjukkan meningkatnya minat terhadap aroma yang ringan, segar, dan nyaman digunakan sepanjang hari.
Aroma citrus, floral lembut, serta perpaduan musk menjadi pilihan favorit karena memberikan kesan bersih, elegan, dan tidak berlebihan.
Di sisi lain, masyarakat juga semakin selektif saat membeli parfum.
Keaslian produk menjadi perhatian utama agar mendapatkan kualitas aroma yang sesuai dan aman digunakan.