Kebiasaan bermain ponsel atau menonton televisi menjelang tidur sebaiknya mulai dikurangi.
Cahaya biru dari layar elektronik diketahui dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.
Sebagai gantinya, lakukan aktivitas yang lebih menenangkan seperti membaca buku, mendengarkan musik lembut, atau melakukan latihan pernapasan ringan.
Asupan makanan dan minuman juga berpengaruh terhadap kualitas tidur.
Hindari mengonsumsi kopi, teh berkafein, minuman berenergi, atau makanan berat beberapa jam sebelum tidur.
Pilih makanan ringan yang sehat apabila merasa lapar, serta pastikan tubuh tetap terhidrasi tanpa minum air secara berlebihan agar tidak sering terbangun untuk ke kamar mandi.
Olahraga secara rutin juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas tidur.
Aktivitas fisik membantu tubuh mengurangi stres dan membuat otot lebih rileks.
Namun, olahraga dengan intensitas tinggi sebaiknya tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur karena justru dapat membuat tubuh tetap terjaga.
Bagi seseorang yang memiliki banyak pikiran sebelum tidur, teknik relaksasi dapat menjadi solusi.
Cobalah menarik napas dalam secara perlahan, melakukan meditasi singkat, atau menuliskan hal-hal yang menjadi beban pikiran ke dalam buku catatan.
Cara ini dapat membantu menenangkan pikiran sehingga proses tidur menjadi lebih mudah.
Menjaga kebersihan kamar tidur juga tidak boleh diabaikan.
Sprei yang bersih, aroma ruangan yang segar, dan sirkulasi udara yang baik akan menciptakan suasana yang lebih nyaman.
Beberapa orang juga merasa terbantu dengan penggunaan aromaterapi beraroma lavender atau chamomile untuk memberikan efek relaksasi.