Banyak dari mereka memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa maupun liga dengan tingkat persaingan tinggi.
Pengalaman tersebut membawa pengaruh positif terhadap pola latihan, profesionalisme, dan mental bertanding seluruh anggota tim.
Meski demikian, PSSI tetap menegaskan bahwa naturalisasi bukan satu-satunya solusi untuk membangun sepak bola Indonesia.
Pengembangan akademi, kompetisi usia muda, serta peningkatan kualitas pelatih tetap menjadi prioritas utama.
Naturalisasi dipandang sebagai pelengkap yang dapat mempercepat peningkatan performa tim nasional dalam menghadapi turnamen internasional.
Target peningkatan ranking FIFA menjadi salah satu indikator keberhasilan program tersebut.
Posisi yang lebih baik di ranking dunia akan memberikan sejumlah keuntungan, seperti peluang mendapatkan unggulan dalam undian turnamen tertentu, meningkatkan kepercayaan diri pemain, hingga memperkuat citra sepak bola Indonesia di mata dunia.
Selain itu, ranking yang meningkat juga dapat membuka kesempatan menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi dalam laga uji coba internasional.
Dukungan masyarakat terhadap program naturalisasi pun masih cukup besar. Banyak suporter berharap kombinasi pemain lokal dan pemain naturalisasi mampu menciptakan tim yang solid, kompetitif, dan konsisten meraih kemenangan.
Namun, sebagian pihak juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan agar pemain hasil pembinaan dalam negeri tetap memperoleh kesempatan berkembang dan tampil bersama Timnas.
Di sisi teknis, pelatih Timnas Indonesia memiliki tantangan untuk menyatukan karakter permainan seluruh pemain.
Adaptasi menjadi faktor penting karena para pemain datang dari latar belakang kompetisi dan budaya sepak bola yang berbeda.