Perusahaan sebelumnya juga menyampaikan target kapasitas produksi lebih dari 1.000 unit per bulan.
Setelah memasuki 2027, kapasitas tersebut bahkan ditargetkan dapat meningkat menjadi beberapa ribu unit per bulan sesuai dengan permintaan pasar.
Pengiriman dalam skala besar untuk pelanggan eksternal di China dan pasar internasional dijadwalkan mulai 2027.
Target tersebut menunjukkan bahwa XPENG tidak ingin menjadikan IRON sekadar proyek demonstrasi teknologi.
Perusahaan justru berupaya membawa robot humanoid ke tahap manufaktur massal dengan memanfaatkan pengalaman yang telah dimiliki dari industri kendaraan listrik.
CEO XPENG He Xiaopeng juga mengambil peran langsung dalam pengembangan bisnis robotika tersebut.
Strategi ini memperlihatkan bahwa robot humanoid diposisikan sebagai salah satu pilar bisnis teknologi XPENG di masa depan.
Dari sisi teknis, XPENG IRON dibangun dengan struktur tubuh yang menyerupai manusia dan memiliki tingkat fleksibilitas tinggi.
Robot ini memiliki total 76 derajat kebebasan atau Degrees of Freedom (DOF) di seluruh tubuhnya.
Bagian tangan menjadi salah satu komponen yang paling menarik.
Masing-masing tangan memiliki 21 derajat kebebasan, sehingga dirancang mampu melakukan gerakan yang lebih kompleks dan presisi dibandingkan robot humanoid dengan struktur tangan yang lebih sederhana.
XPENG juga mengembangkan struktur fleksibel tertutup yang diklaim membantu menggabungkan aspek estetika sekaligus keselamatan.
Pada sektor komputasi, IRON menggunakan tiga chip AI Turing buatan internal XPENG.
Ketiganya menghasilkan kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPS.
Kapasitas tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan model Physical AI secara langsung di dalam robot.
Dengan pemrosesan di perangkat, IRON dirancang agar dapat melakukan inferensi dengan latensi rendah tanpa selalu bergantung pada pengoperasian jarak jauh.