XPENG juga menilai pendekatan tersebut dapat memberikan keuntungan dari sisi keamanan data.
Teknologi yang digunakan tidak berhenti pada hardware.
XPENG mengembangkan ekosistem secara terintegrasi, mulai dari chip, controller, modul gerak, tangan robotik, sistem kendali hingga model AI.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengontrol lebih banyak komponen penting dalam rantai pengembangan robot humanoid.
Untuk harga XPENG IRON, hingga saat ini perusahaan belum mengumumkan harga jual resmi untuk konsumen umum.
Karena IRON masih berada dalam tahap menuju produksi massal dan komersialisasi eksternal pada 2027, angka harga yang beredar sebaiknya tidak dianggap sebagai harga resmi.
Dengan demikian, belum tepat menetapkan kisaran harga tertentu dalam rupiah atau dolar.
Harga final nantinya kemungkinan akan bergantung pada konfigurasi hardware, skala produksi, penggunaan untuk sektor ritel atau industri, serta skema layanan AI yang ditawarkan XPENG.
XPENG sendiri melihat potensi pendapatan IRON bukan hanya dari penjualan perangkat keras.
Perusahaan memperkirakan pembaruan kemampuan model AI dan layanan terkait dapat menjadi sumber pendapatan berulang setelah robot digunakan di dunia nyata.
Masuknya XPENG lebih dalam ke robot humanoid menunjukkan perubahan arah strategi perusahaan.
Pengalaman dalam pengembangan mobil listrik, sistem otonom, baterai, sensor, chip, serta perangkat lunak menjadi modal untuk membangun teknologi robotika.
Namun, tantangannya juga besar.
Robot humanoid harus mampu bekerja secara konsisten di lingkungan nyata, bukan sekadar melakukan demonstrasi teknologi.
Kemampuan memahami situasi, mengambil keputusan, bergerak dengan aman, serta beradaptasi dengan pekerjaan berbeda menjadi faktor penting sebelum robot dapat digunakan secara luas.
Dengan pendanaan lebih dari USD 900 juta dan valuasi XPENG Robotics yang telah melampaui USD 6,3 miliar, perusahaan kini memiliki modal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan tersebut.