Dari Baso Aci Rumahan ke Brand Modern, Kisah Tercabaikan Tembus Pasar Lewat Dukungan BRI
Dari Baso Aci Rumahan ke Brand Modern, Kisah Tercabaikan Tembus Pasar Lewat Dukungan BRI.gbr.bri--
SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – BANDUNG. Berawal dari dapur rumahan, brand kuliner Tercabaikan kini menjelma menjadi salah satu usaha makanan lokal yang berkembang pesat di Bandung. Mengusung konsep kuliner tradisional dengan sentuhan modern, usaha ini membuktikan bahwa inovasi adalah kunci bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner.
Berbagai menu khas berbahan dasar tepung aci dihadirkan, mulai dari baso aci, cimol bojot, cireng kuah, hingga cilok.
Tak hanya itu, Tercabaikan juga memperluas varian dengan menu populer seperti mie ayam, mie kocok, dan kupat tahu, sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
BACA JUGA:​Revolusi Visual Sang Penguasa Jalanan Honda Brio Satya 2026 Aerodinamika dan Modernitas Urban
Inovasi Rasa: Kunci Daya Tarik Kuliner Tradisional
Salah satu kekuatan utama Tercabaikan terletak pada eksplorasi rasa.
Produk yang ditawarkan dikenal memiliki cita rasa kaya bumbu serta pilihan topping yang beragam.
Inovasi menu terus dilakukan, seperti menghadirkan kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, serta baso aci dengan varian kuah unik seperti keju, seblak, hingga soto.
BACA JUGA:Lebih dari 10 Tahun Bertahan, BRILink Agen Ohim Jadi Simpul Ekonomi Warga Perkotaan
Pendekatan ini membuat kuliner tradisional terasa lebih relevan di kalangan anak muda tanpa kehilangan identitas aslinya.
Berawal dari Rasa Penasaran, Berujung Jadi Peluang Bisnis
Pemilik usaha, Inggra DP, mengungkapkan bahwa ide bisnis ini muncul dari pengalaman sederhana saat berkunjung ke Garut.
Melihat antusiasme masyarakat terhadap baso aci, ia mencoba membuat versi sendiri di rumah dan membagikannya kepada keluarga.
Respons positif yang diterima menjadi titik awal berkembangnya usaha tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: