Daftar Batu Akik Lokal Diprediksi Tetap Jadi Primadona Kolektor pada 2026

Daftar Batu Akik Lokal Diprediksi Tetap Jadi Primadona Kolektor pada 2026

Tren batu akik diperkirakan masih akan bertahan hingga tahun 2026, dengan dominasi jenis-jenis lokal Indonesia yang terus menarik minat kolektor. --

SUMEKS RADIO - Tren batu akik diperkirakan masih akan bertahan hingga tahun 2026, dengan dominasi jenis-jenis lokal Indonesia yang terus menarik minat kolektor. Batu seperti Bacan, Kalimaya, dan Lumut Suliki disebut-sebut akan tetap menjadi incaran karena kombinasi keindahan visual, tingkat kelangkaan, serta nilai investasi yang menjanjikan.

Berdasarkan dinamika pasar dalam beberapa tahun terakhir, kebangkitan minat terhadap batu akik menunjukkan pola yang konsisten.

Tahun 2025 menjadi titik awal meningkatnya kembali popularitas batu akik, yang kemudian diproyeksikan berlanjut hingga 2026 seiring meningkatnya aktivitas perdagangan digital dan komunitas kolektor.

BACA JUGA:Resep Rendang Praktis Anti Ribet untuk Lebaran 2026: Empuk, Gurih, dan Bikin Nagih!

BACA JUGA:Yamaha RX King Reborn 2026: Si Raja Jalanan Bangkit Lagi, Kini Lebih Modern dan Ramah Lingkungan

Jenis Batu Akik yang Diprediksi Tren

1. Batu Bacan
Batu Bacan tetap menjadi salah satu jenis yang paling diminati. Batu ini dikenal dengan warna hijau khas yang tampak hidup dan perubahan warna seiring waktu, sehingga sering disebut sebagai “batu hidup”. Selain nilai estetika, Bacan juga memiliki daya tarik mistis yang membuatnya populer di kalangan kolektor muda hingga pasar internasional.

2. Batu Kalimaya (Black Opal)
Kalimaya, khususnya varian Black Opal, diprediksi menjadi salah satu batu dengan nilai investasi tinggi. Kilau warna-warni yang muncul dari dasar hitam pekat menjadikannya unik dan langka. Karakteristik tersebut membuat Kalimaya banyak diburu untuk koleksi jangka panjang.

BACA JUGA:Toyota Agya 2026: Fitur Keselamatan Sederhana yang Menjaga Rasa Aman di Jalanan Kota

BACA JUGA:Toyota Agya 2026: City Car Ringkas untuk Ritme Hidup Perkotaan

3. Batu Lumut Suliki
Batu Lumut Suliki yang berasal dari Sumatera Barat mulai kembali dilirik. Ciri khasnya adalah pola menyerupai lumut alami di dalam batu, memberikan kesan eksotis dan artistik. Selain sebagai koleksi, batu ini juga diprediksi populer sebagai aksesori fashion unisex serta memiliki nilai spiritual bagi sebagian pengguna.

4. Jenis Lainnya
Selain tiga batu utama, beberapa jenis lain seperti Nogosui, Safir, dan Sulaiman juga menunjukkan tren peningkatan minat. Batu-batu ini sebelumnya sempat populer pada era 2010-an dan kini kembali diminati sebagai bagian dari siklus tren yang berulang.

Faktor Pendorong Tren

Ada beberapa faktor utama yang mendorong keberlanjutan tren batu akik di tahun 2026. Pertama, meningkatnya minat kolektor yang melihat batu akik sebagai aset alternatif. Kedua, pengaruh gaya hidup modern yang menggabungkan unsur tradisional dengan fashion minimalis. Ketiga, kemudahan akses pasar melalui platform digital yang memperluas jangkauan penjualan hingga ke pasar global.

Selain itu, batu akik lokal memiliki nilai budaya yang kuat, sehingga tidak hanya dilihat sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai simbol identitas dan warisan. Kombinasi faktor tersebut membuat batu akik Indonesia tetap kompetitif dan berpotensi mengalami kenaikan harga di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: