Evolusi Seragam ASN di Indonesia: Dari Warisan Kolonial hingga Identitas Pelayanan Publik Modern
Sejarah evolusi Seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia tidak lahir dalam satu bentuk baku sejak awal.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia tidak lahir dalam satu bentuk baku sejak awal.
Ia berkembang seiring perubahan zaman, kebijakan pemerintahan, serta cara negara memaknai aparatur sebagai pelayan publik.
Dari pakaian tradisional di era kolonial hingga seragam modern yang diatur ketat melalui regulasi kementerian, evolusi seragam ASN mencerminkan perjalanan panjang birokrasi Indonesia.
BACA JUGA:Jadwal Seragam ASN 2026 Diseragamkan Nasional, Guru Daerah dan PPPK Tak Lagi Dibedakan
BACA JUGA:Jadwal Seragam PNS, PPPK, dan Paruh Waktu Tahun 2026, Khusus ASN Guru Daerah
Masa Kolonial dan Awal Kemerdekaan
Pada masa VOC dan pemerintahan Hindia Belanda, pegawai sipil belum mengenal seragam nasional yang seragam.
VOC yang beroperasi layaknya perusahaan dagang tidak menerapkan standar pakaian dinas khusus.
Namun, memasuki dekade 1930-an di Pulau Jawa, pegawai pemerintah kolonial diwajibkan mengenakan beskap Jawa sebagai simbol kedudukan administratif.
Setelah Indonesia merdeka, kebutuhan akan identitas aparatur negara mulai menguat.
BACA JUGA:Jam Kerja Lebih Singkat, Seragam Tetap ASN: Aturan Baru PPPK Paruh Waktu
BACA JUGA:Aturan Seragam PPPK Paruh Waktu 2026 Disamakan dengan ASN, Ini Jadwal Lengkapnya
Pemerintah kemudian memperkenalkan seragam berwarna khaki yang terinspirasi dari gaya militer Inggris.
Selain praktis untuk iklim tropis, warna khaki juga dipilih untuk menegaskan wibawa negara yang baru berdiri sekaligus membedakan aparatur sipil dari masyarakat umum.
Era Orde Baru: Simbol Keseragaman dan Loyalitas
Memasuki era Orde Baru, seragam ASN menjadi alat penting dalam membangun keseragaman dan loyalitas birokrasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: