Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014
Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014.gbr.sumeksradio--
SUMEKS RADIO - Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama dan mendekati level terlemahnya sejak 2022, seiring pelaku pasar global mengalihkan fokus ke pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang berlangsung pekan ini. Ketidakpastian arah suku bunga AS membuat investor memilih sikap defensif, mendorong aliran dana ke aset dan mata uang safe haven.
Di pasar Asia, tekanan terhadap USD terlihat cukup konsisten, terutama terhadap dolar Singapura (SGD) dan yen Jepang (JPY), yang sama-sama mencatatkan penguatan signifikan.
BACA JUGA:Konsisten Bangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Digganjar Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026
SGD Perkasa, Tembus Level Terkuat 11 Tahun
Dolar Singapura menguat ke kisaran 1,27 per USD, menandai posisi terkuat sejak Oktober 2014.
Penguatan ini didorong oleh arus safe haven serta ekspektasi bahwa Monetary Authority of Singapore (MAS) akan mempertahankan kebijakan moneternya pada pertemuan pekan ini.
Stabilitas kebijakan dan fundamental ekonomi Singapura yang solid membuat SGD kembali menjadi salah satu mata uang favorit di tengah volatilitas global.
Yen Jepang Menguat di Tengah Waspada Intervensi
Sementara itu, JPY menguat terhadap USD di sesi perdagangan Asia.
BACA JUGA:Satu Dekade BRI Singapore Branch Dorong Konektivitas Ekonomi Indonesia di Jantung Keuangan Asia
BACA JUGA:Kemenkeu Tegas Bantah Hoaks: Isu Menkeu Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun Tidak Benar
Pasar berada dalam kewaspadaan tinggi menyusul meningkatnya spekulasi intervensi gabungan Amerika Serikat dan Jepang, yang disebut-sebut berpotensi menjadi yang terbesar dalam 15 tahun terakhir.
Penguatan yen ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas pasar terhadap pergerakan nilai tukar ekstrem, khususnya ketika volatilitas dolar AS terus meningkat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: