Ancaman Shutdown AS Tekan Dolar, Ketidakpastian Fiskal Menguat
Potensi penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat kembali menjadi sumber gejolak pasar global.-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Potensi penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat kembali menjadi sumber gejolak pasar global.
Kebuntuan anggaran yang berlarut bukan hanya mengganggu operasional federal, tetapi juga mengikis kepercayaan investor terhadap stabilitas fiskal AS.
Dampaknya, dolar AS kehilangan sebagian pamornya sebagai aset lindung nilai utama, seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan arah ekonomi.
Pasar valuta asing merespons cepat setiap sinyal shutdown.
BACA JUGA:13 Aplikasi Penghasil Dollar Terpopuler Januari 2026, Terbukti Membayar Tanpa Modal Besar
BACA JUGA:Aplikasi Penghasil Dollar dan Saldo DANA Gratis Kian Diminati, Ini Fakta dan Batasannya
Investor cenderung mengurangi eksposur pada greenback dan mengalihkan dana ke aset alternatif yang dinilai lebih aman, seperti emas, yen Jepang, atau euro.
Pergeseran ini menekan permintaan dolar dan memperlemah posisinya di pasar global.
Jejak Historis: Shutdown dan Tekanan pada DXY
Pengalaman masa lalu menunjukkan pola yang relatif konsisten.
Pada episode shutdown 2018–2019 dan kejadian serupa pada 2025, Indeks Dolar AS (DXY) tercatat melemah sekitar 1–2%.
BACA JUGA:10 Aplikasi Populer Penghasil Dollar dan Saldo DANA Gratis, Tren Mingguan 18 Januari 2026
BACA JUGA:9 Aplikasi Populer Penghasil Dollar dan Saldo DANA Gratis Malam Minggu Ini, 10 Januari 2026
Penurunan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya volatilitas pasar dan minimnya kepastian arah kebijakan fiskal.
Menjelang tenggat anggaran terbaru yang berisiko memicu shutdown mulai akhir Januari 2026, DXY sudah tertekan ke area 97,00.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: