Dolar AS Tembus Level Tertinggi 2026, Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Picu Gejolak Pasar

Dolar AS Tembus Level Tertinggi 2026, Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Picu Gejolak Pasar

Dolar AS Tembus Level Tertinggi 2026, Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Picu Gejolak Pasar.gbr.kontan--

Dolar AS Tembus Level Tertinggi 2026, Konflik Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak Picu Gejolak Pasar

SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – Nilai kurs dolar hari ini kembali menguat dan menyentuh level tertinggi sepanjang tahun 2026. Penguatan mata uang Amerika Serikat terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta melonjaknya harga energi global.

Permintaan terhadap dolar meningkat karena investor global mencari aset yang dianggap lebih aman saat situasi ekonomi dan politik dunia berada dalam kondisi tidak stabil.

Ketegangan yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong volatilitas pasar keuangan internasional.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat Lagi! Ketegangan Iran–AS Picu Lonjakan Minyak, Kurs Rupiah Mendekati Rp16.900

Konflik Timur Tengah Dorong Lonjakan Harga Energi

Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah serangan yang menargetkan jalur ekspor energi utama Iran.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu pasokan minyak dunia dari kawasan yang selama ini menjadi pusat produksi energi global.

Akibatnya, harga minyak mentah dunia melonjak mendekati level USD 100 per barel, dengan harga terakhir berada di sekitar 99,83 dolar AS.

Lonjakan harga energi tersebut tidak hanya mempengaruhi pasar komoditas, tetapi juga berdampak pada nilai tukar berbagai mata uang dunia.

BACA JUGA:Dolar AS Menguat! Update Kurs Rupiah Hari Ini, Harga Minyak dan Emas Picu Gejolak Pasar Global

Yen Jepang Tertekan Akibat Lonjakan Harga Minyak

Di tengah gejolak global, mata uang Yen Jepang mengalami pelemahan signifikan terhadap dolar AS.

Nilai tukar yen tercatat berada di atas 159 per dolar AS, menjadi level terlemah sejak pertengahan Januari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait