SUMEKSRADIONEWS.ONLINE- SM Entertainment kembali menarik perhatian dengan debut Hearts2Hearts (H2H), girl group terbaru mereka setelah lima tahun sejak peluncuran aespa pada tahun 2020.
Sebagai salah satu agensi terbesar di industri K-pop, SM dikenal memiliki strategi khusus dalam melahirkan grup idol yang sukses.
Namun, debut H2H dan aespa menunjukkan pendekatan yang berbeda, baik dari segi konsep, pemasaran, hingga arah musikal.
Apa saja perbedaan dan persamaan strategi debut H2H dengan aespa? Bagaimana SM Entertainment menyesuaikan formula mereka untuk menarik perhatian generasi baru penggemar K-pop? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
BACA JUGA:Wow! Carmen Resmi Debut di SM Entertainment, Sejarah Baru bagi Idol Indonesia Nih!
BACA JUGA:Alur Cerita Avatar: Seven Havens, Avatar Baru, Dunia Porak Poranda, dan Misi Penyelamatan!
Konsep Visual dan Identitas Grup
Salah satu aspek utama yang membedakan H2H dan aespa adalah konsep visual dan identitas grup yang diusung.
aespa: Futuristik dan Teknologi AI
Ketika debut pada tahun 2020 dengan lagu "Black Mamba", aespa diperkenalkan sebagai girl group dengan konsep futuristik dan dunia metaverse.
Setiap anggota memiliki alter ego virtual mereka sendiri yang disebut "æ", menciptakan narasi yang inovatif dan mendukung tren teknologi di industri hiburan.
Visual aespa menonjol dengan gaya cyberpunk, neon, dan elemen digital yang kuat, sesuai dengan konsep AI yang mereka usung.
BACA JUGA:Michael Di Martino & Bryan Konietzko Kembali! Peran Duo Kreator dalam Avatar: Seven Havens!
BACA JUGA:Intip Yuk! Avatar: Seven Havens Resmi Digarap, Sekuel Terbaru Setelah Legend of Korra!
H2H: Dreamy dan Mistik