Kebab Endul Tumbuh Konsisten Lewat Zero Waste dan LinkUMKM BRI

Minggu 18-01-2026,16:32 WIB
Reporter : Doddy
Editor : Sujarwo

Dalam perjalanannya, Kebab Endul menghadapi sejumlah tantangan klasik UMKM, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, ketatnya persaingan pasar, perubahan selera konsumen, hingga keterbatasan sumber daya manusia dan modal saat permintaan meningkat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Aisyah mulai memanfaatkan LinkUMKM, platform pemberdayaan UMKM dari BRI, sejak tergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta.

LinkUMKM BRI Jadi Alat Evaluasi dan Arah Pertumbuhan

Melalui LinkUMKM, Kebab Endul melakukan evaluasi bisnis secara berkala.

Salah satu fitur yang paling sering digunakan adalah self-assessment untuk memetakan skala usaha dan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan.

Fitur tersebut membantu pelaku usaha memahami aspek yang perlu diperkuat, mulai dari sertifikasi halal, legalitas usaha, hingga kesiapan ekspansi pasar.

LinkUMKM sendiri dapat diakses melalui situs linkumkm.id maupun aplikasi di Play Store. Platform ini menyediakan berbagai layanan seperti:

UMKM Smart berbasis skoring pengembangan usaha

Coaching Clinic bersama mentor dan coach profesional

Etalase digital untuk memperluas eksposur produk

Komunitas UMKM dan kanal media informatif

BRI Dorong UMKM Naik Kelas Secara Terukur

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa kisah Kebab Endul mencerminkan pemanfaatan LinkUMKM secara nyata.

Platform tersebut dirancang untuk membantu UMKM memetakan kondisi usaha, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memperluas akses pembelajaran dan pasar secara bertahap.

BRI terus mendorong UMKM Indonesia agar mampu naik kelas, memperkuat daya saing, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

 

Kategori :