Dari Es Buah Keliling ke Laundry Express: KUR BRI Jadi Jalan UMKM Kabanjahe Naik Kelas

Kamis 22-01-2026,14:01 WIB
Reporter : Doddy
Editor : Sujarwo

KUR BRI Jadi Titik Balik Usaha

Titik balik datang ketika seorang petugas BRI mendatangi lingkungan tempat tinggalnya dan memperkenalkan program KUR BRI.

Dari situlah Sari mulai mengenal pembiayaan usaha dengan bunga ringan dan proses yang relatif mudah.

Pengajuan KUR pertamanya disetujui dengan nilai Rp5 juta, lalu meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan berikutnya setelah pelunasan.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperbesar skala usaha, merekrut pegawai, hingga membuka peluang usaha baru.

Pandemi Jadi Momentum Diversifikasi Usaha

Saat pandemi COVID-19 melanda, Sari kembali menunjukkan kepekaan bisnisnya.

BACA JUGA:Plafon KUR BRI 2026 Resmi Dibuka, UMKM Bisa Dapat Modal hingga Rp500 Juta dengan Bunga Ringan

BACA JUGA:Pinjaman Kupedes Pegadaian Tawarkan Modal Hingga Rp500 Juta, UMKM Tak Perlu Lagi Cari Bank

Melihat kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka, ia mendirikan bimbingan belajar (bimbel) di lingkungannya.

Tak berhenti di situ, pada 2023 Sari kembali memanfaatkan KUR BRI dengan plafon Rp100 juta untuk mengembangkan usaha laundry express, sektor jasa yang justru tumbuh di tengah perubahan gaya hidup masyarakat.

Kini, usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengelola bimbingan belajar dan laundry express yang semakin ramai pelanggan.

Bunga Ringan, Usaha Bisa Berputar

Sari mengakui, perbedaan antara KUR dan pinjaman informal sangat terasa.

“KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Proses pencairannya cepat, sekitar 3–4 hari.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Pikap! Suzuki New Carry Jadi Tulang Punggung UMKM Desa di 2026

Kategori :