USD Goyang Usai Data Tenaga Kerja AS, Yen & Aussie Menguat! Rupiah Siap Tertekan Lagi?

Kamis 12-02-2026,11:02 WIB
Reporter : Sujarwo
Editor : Sujarwo

Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser memperingatkan bahwa inflasi Australia masih terlalu tinggi.

Bahkan, pasar memperkirakan peluang 74% kenaikan suku bunga pada Mei mendatang.

Kondisi ini membuat dolar Australia semakin menarik bagi investor carry trade.

BACA JUGA:USD Menguat Tajam, Rupiah Tembus Rp16.800 per Dolar AS

Update Kurs Hari Ini

KURS v1 (Rupiah)

USD: 16.765 – 16.810

JPY: 109,38 – 109,89

AUD: 11.953 – 11.997

EUR: 19.905 – 19.970

GBP: 22.841 – 22.915

KURS v2 (Global)

AUD: 0.7130 – 0.7137

JPY: 153.30 – 152.99

EUR: 1.1872 – 1.1879

Harga komoditas:

Crude Oil: USD 64,84

Emas (XAU): 5.068,29

BACA JUGA:​Ironi Kilau Emas Menakar Kekuatan Safe Haven di Bawah Bayang-Bayang Hegemoni USD

Dampaknya untuk Sumatera Selatan?

Bagi pelaku usaha di Palembang dan Sumsel, volatilitas dolar perlu diantisipasi.

Kategori :