SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – USD menguat dan terus melanjutkan tren positifnya setelah data ekonomi Amerika Serikat kembali mencatat hasil lebih baik dari perkiraan pasar. Klaim pengangguran (jobless claims) yang lebih rendah serta indeks prospek bisnis Philadelphia yang solid memberi sinyal bahwa fondasi ekonomi AS masih kokoh.
Kondisi ini membuat pelaku pasar semakin optimistis terhadap daya tahan ekonomi Negeri Paman Sam, sekaligus mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Dolar AS Menggila! Data Ekonomi Solid, The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Tertekan
Data AS Solid, The Fed Masih Jadi Sorotan
Rilis jobless claims menunjukkan pasar tenaga kerja tetap tangguh.
Sementara Philadelphia Business Outlook mengindikasikan aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif.
Situasi ini memperkuat posisi Federal Reserve untuk tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneternya.
Investor kini menilai peluang pemotongan suku bunga besar dalam waktu dekat semakin kecil, meskipun arah kebijakan masih sangat bergantung pada inflasi dan data berikutnya.
Ketegangan AS–Iran Dorong Emas dan Minyak
Di sisi geopolitik, ketegangan meningkat setelah militer AS dalam jumlah besar ditempatkan di Timur Tengah.
Langkah ini membuka opsi bagi Presiden Donald Trump untuk meningkatkan tekanan terhadap Iran terkait isu program nuklir.
Situasi ini memicu aliran dana ke aset safe haven.
Harga emas dunia melonjak dan bertahan di level USD 4.996,30 setelah sebelumnya naik lebih dari 2 persen dalam satu sesi.
Sementara harga minyak mentah ikut menguat ke USD 66,70 per barel karena kekhawatiran gangguan pasokan.
BACA JUGA:Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.792 per Dolar, Sinyal Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global
BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Dijaga
Di dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen untuk kelima kalinya secara berturut-turut.