Kebijakan ini sesuai ekspektasi pasar dan bertujuan menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas global.
BI juga memastikan inflasi tetap dalam target 2026–2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa stabilitas nilai tukar masih menjadi prioritas utama.
BACA JUGA:Dolar AS Tersungkur! Yuan & Yen Melesat, Emas Jadi Primadona di Tengah Gejolak Global
IMF Soroti China, RBNZ Bertahan
International Monetary Fund mempertahankan proyeksi pertumbuhan China 2026 di level 4,5 persen.
Namun IMF mengingatkan risiko perlambatan dari lemahnya permintaan domestik dan tekanan sektor properti.
Di kawasan Pasifik, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga di 2,25 persen.
Asisten Gubernur Karen Silk menegaskan kebijakan moneter tetap akomodatif, meski risiko inflasi dan kekuatan pemulihan konsumen masih dipantau ketat.
BACA JUGA:USD Menguat Tajam, Rupiah Tembus Rp16.800 per Dolar AS
Update Kurs Hari Ini
Kurs dolar AS tercatat di Rp16.880 (buy) dan Rp16.925 (sell).
Euro berada di kisaran Rp19.861–Rp19.926.
Poundsterling menyentuh Rp22.715–Rp22.788.
Sementara NZD diperdagangkan di kisaran 0,596 per USD.
Strategi Menghadapi Volatilitas Global
Dalam kondisi USD menguat dan ketegangan geopolitik meningkat, pelaku usaha dan investor perlu lebih waspada.
BACA JUGA:Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014
Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan: