SUMEKSRADIO.DISWAY.ID – PALEMBANG. Pergerakan pasar keuangan global kembali memanas di akhir pekan lalu. Dolar Amerika Serikat (USD) menunjukkan penguatan signifikan terhadap mayoritas mata uang dunia, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi global.
Penguatan USD ini bahkan mencatatkan performa bulanan terbaik sejak Juli tahun lalu, sekaligus menegaskan posisinya sebagai aset safe haven utama di tengah konflik yang belum mereda di Timur Tengah.
USD Menguat, Investor Beralih ke Aset Aman
Permintaan terhadap dolar AS meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah serta memudarnya harapan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat.
Investor global kini cenderung:
- Menghindari aset berisiko
- Mengalihkan dana ke USD
- Mengantisipasi suku bunga tinggi lebih lama
Ekspektasi inflasi yang masih tinggi membuat kebijakan moneter AS diperkirakan tetap ketat, sehingga memperkuat daya tarik dolar.
BACA JUGA:Dolar AS Menguat Lagi! Ketegangan Iran–AS Picu Lonjakan Minyak, Kurs Rupiah Mendekati Rp16.900
Yen Jepang Melemah, Tembus Level Kritis
Di sisi lain, mata uang Jepang mengalami tekanan besar. Yen (JPY) tercatat melemah hingga menembus level 160 per USD level terlemah sejak Juli 2024.
Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar, mengingat sebelumnya pemerintah Jepang pernah melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uangnya.
Pihak otoritas di Tokyo juga telah memberikan sinyal bahwa intervensi bisa kembali dilakukan jika volatilitas dianggap berlebihan.
BACA JUGA:Dolar AS Menguat! Update Kurs Rupiah Hari Ini, Harga Minyak dan Emas Picu Gejolak Pasar Global
Konflik Timur Tengah Kian Memanas
Situasi geopolitik menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar global saat ini.