Hubungan Terlihat Baik, Tapi Mengapa Terus Menyakitkan? Ini Jawabannya

Senin 29-06-2026,19:00 WIB
Reporter : Fani
Editor : Fani

2. Fase Kekerasan atau Ledakan Konflik (Incident/Abuse)

Ini adalah tahap ketika penyalahgunaan terjadi secara nyata. Bentuknya bisa berupa bentakan, hinaan, ancaman, manipulasi, intimidasi, hingga kekerasan fisik.

Pada fase ini korban sering merasa takut, bingung, dan kehilangan rasa aman.

Bentuk kekerasan yang bisa terjadi:

  • Kekerasan verbal.
  • Kekerasan emosional.
  • Ancaman.
  • Kekerasan fisik.
  • Kontrol finansial.

BACA JUGA:Booming Hijab Ramah Kantong: Pashmina Almoura Jadi Incaran Hijaber Gen Z!

BACA JUGA:Ketika Alam Semesta Menjadi Guru, Begini Pesan Mendalam Iqro' Raim Laode

3. Fase Rekonsiliasi atau "Honeymoon"

Setelah konflik besar, pelaku sering meminta maaf, menangis, memberi hadiah, bersikap sangat romantis, atau berjanji akan berubah.

Korban pun mulai berharap hubungan akan membaik. Banyak orang bertahan pada tahap ini karena merasa pasangan sebenarnya baik.

Kalimat yang sering muncul:

  • "Aku khilaf."
  • "Aku tidak akan mengulanginya."
  • "Aku berubah demi kamu."
  • "Aku sangat mencintaimu."

4. Fase Tenang (Calm)

Hubungan tampak normal kembali Konflik mereda dan pasangan terlihat harmonis.

Namun jika akar masalah tidak benar-benar diselesaikan, ketegangan perlahan akan muncul lagi hal ini yang membuat siklus kembali ke tahap pertama dan terus berulang.

Mengapa Korban Sulit Keluar dari Hubungan Toksik?

Ada beberapa alasan mengapa seseorang sulit meninggalkan hubungan yang penuh penyalahgunaan:

  • Masih berharap pasangan berubah.
  • Merasa bersalah.
  • Takut sendirian.
  • Ketergantungan emosional atau finansial.
  • Rasa percaya diri menurun akibat sering direndahkan.

BACA JUGA:Gak Perlu Filter TikTok, Foundation Maybelline Ini Bikin Wajah Auto Flawless!

Kategori :