Hobi Makan Es Batu? Waspadai Risiko Anemia yang Jarang Disadari

Minggu 05-07-2026,12:00 WIB
Reporter : Fani
Editor : Fani

Anemia merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal.

Hemoglobin berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh sehingga apabila kadarnya menurun, berbagai organ tidak memperoleh oksigen secara optimal.

Jenis anemia yang paling banyak terjadi adalah anemia defisiensi zat besi.

Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil hingga orang dewasa.

BACA JUGA:Lari Pagi Makin Seru di Palembang, Ini Lokasi Wajib Coba!

BACA JUGA:Air Serai: Minuman Herbal Sederhana yang Ampuh Redakan Nyeri, Atasi Stres, dan Tingkatkan Imun Tubuh

3. Gejala Anemia yang Perlu Diwaspadai

Selain munculnya kebiasaan makan es batu, penderita anemia biasanya mengalami beberapa gejala lain seperti:

  • Tubuh mudah lelah meski aktivitas ringan.
  • Wajah terlihat pucat.
  • Mudah mengantuk.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Napas terasa pendek.
  • Jantung berdebar lebih cepat.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Kuku mudah rapuh.
  • Rambut mudah rontok.

4. Penyebab Kekurangan Zat Besi

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kekurangan zat besi, antara lain:

  • Asupan makanan yang rendah zat besi.
  • Kehilangan darah akibat menstruasi berlebihan.
  • Perdarahan saluran pencernaan.
  • Kehamilan.
  • Gangguan penyerapan nutrisi.
  • Pola makan yang kurang seimbang.

Tanpa penanganan yang tepat, kekurangan zat besi dapat berlangsung dalam waktu lama dan menyebabkan anemia semakin berat.

BACA JUGA:Kebal Tanpa Obat: Rahasia Olahraga yang Bikin Imun Naik Kelas!

BACA JUGA:Mengenali Fenomena Bedtime Procrastination: Ketika Begadang Menjadi Cara Kita Merasa Merdeka

5. Cara Mengatasi Anemia

Jika penyebabnya adalah kekurangan zat besi, dokter biasanya akan menyarankan beberapa langkah berikut:

  • Mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati, ikan, telur, bayam, dan kacang-kacangan.
  • Menambah asupan vitamin C agar penyerapan zat besi lebih optimal.
  • Menghindari konsumsi teh atau kopi bersamaan dengan makanan kaya zat besi.
  • Mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran tenaga medis.
  • Melakukan pemeriksaan darah secara berkala untuk memantau kadar hemoglobin.

Pemeriksaan darah sederhana dapat membantu mengetahui apakah tubuh mengalami anemia atau gangguan kesehatan lainnya sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Kategori :