Langkah pertama adalah menyadari dialog batin yang sering muncul.
Catat kalimat negatif yang biasa terlintas, misalnya "Aku tidak cukup baik" atau "Aku pasti gagal."
Kesadaran ini menjadi awal untuk mengubah pola pikir.
Setelah mengenali pikiran negatif, ubahlah menjadi kalimat yang lebih realistis dan membangun.
Contohnya:
- "Aku pasti gagal" menjadi "Aku akan memberikan usaha terbaik."
- "Aku tidak mampu" menjadi "Aku masih belajar dan bisa berkembang."
Hindari afirmasi yang terasa tidak masuk akal, gunakan kalimat yang tetap sesuai dengan kondisi nyata.
BACA JUGA:Hubungan Terlihat Baik, Tapi Mengapa Terus Menyakitkan? Ini Jawabannya
BACA JUGA:Mengapa Tubuh Bisa Kesetrum? Penjelasan Ilmiah yang Wajib Diketahui
2. Ucapkan Secara Konsisten
Self talk akan lebih efektif apabila dilakukan setiap hari, misalnya setelah bangun tidur, sebelum bekerja, atau sebelum tidur.
Konsistensi membuat pikiran lebih terbiasa menerima pesan positif.
3. Berbicara kepada Diri Seperti kepada Teman
Bayangkan teman dekat sedang mengalami masalah yang sama.
Tentu kita akan memberikan dukungan, bukan justru menyalahkannya.
Lakukan hal yang sama kepada diri sendiri, gunakan kata-kata yang penuh empati dan tidak menghakimi.
4. Fokus pada Proses