SUMEKS RADIO -Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan perangkat elektronik seperti telepon pintar, tablet, televisi, hingga laptop telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak kini juga semakin akrab dengan berbagai perangkat tersebut.
Mulai dari belajar secara daring, menonton video edukasi, bermain gim, hingga menikmati hiburan, hampir semua aktivitas dapat dilakukan melalui layar.
Namun, ketika durasi penggunaan tidak lagi terkontrol, screen time berlebihan dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak.
BACA JUGA:Jejak Sriwijaya: Kejayaan Masa Lalu yang Tetap Hidup di Sumsel
BACA JUGA:Badai Belum Berlalu! Bitcoin Uji Level Support $63.000 Saat Pasar Menanti The Fed
Para ahli kesehatan menilai bahwa penggunaan gadget bukanlah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya.
Teknologi tetap memiliki manfaat jika digunakan secara tepat dan sesuai kebutuhan.
Masalah muncul ketika anak menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar sehingga mengurangi aktivitas fisik, waktu tidur, hingga interaksi sosial bersama keluarga maupun teman sebaya.
Salah satu tanda screen time sudah perlu dibatasi adalah ketika anak mulai sulit melepaskan gadget.
BACA JUGA:CCTV AI Bikin Rumah Lebih Aman Saat Mudik Lebaran 2026, Notifikasi Palsu Bisa Diminimalkan
BACA JUGA:Resmi Dibersihkan! Windows 11 Buang Iklan Bing dari Fitur Search Selamanya!
Mereka mudah marah saat perangkat diambil, kehilangan minat bermain di luar rumah, lebih memilih menonton video dibandingkan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, hingga mengalami penurunan konsentrasi saat belajar.
Tidak sedikit pula anak yang mengalami gangguan pola tidur karena masih menggunakan gadget hingga larut malam.
Dampak screen time berlebihan tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga kondisi fisik.