Tradisi Adat Ngundang di Kota Pangkalan Balai, Sejarah dan Perjuangan Warisan Budaya Khas Banyuasin !

Selasa 10-10-2023,17:16 WIB
Reporter : Eko Subakti
Editor : Eko Subakti

BACA JUGA:Sejarah Talang Gelumbang di Kota Pangkalan Balai, Perjuangan Kaya akan Warisan Tradisi adat Budaya Banyuasin

Kegiatan Ngundang ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam melestarikan kebudayaan khas daerah mereka.

Agenda ini akan terus dilakukan setiap tahunnya untuk memperkenalkan kembali tradisi ini kepada masyarakat Banyuasin, sehingga tetap hidup dan berlanjut untuk generasi mendatang.

BACA JUGA:Perjuangan Tuan Bangsali Tahun 1600 di Kota Pangkalan Balai, Sejarah Warisan Tradisi Adat Budaya Banyuasin !

Kami akan melihat beberapa tradisi yang paling mencolok yang telah dilestarikan hingga saat ini.

Selain itu, kami akan membahas peran toko pahlawan yang memiliki sejarah penting di kota Pangkalan Balai, yang bermula pada abad ke-17.

ada sosok yang peran penting di tahun 1600 dikota pangkalan balai.

tapi sebelum itu mari kita lihat dulu adat dan budaya banyuasin.

BACA JUGA:Siapakah Thalib Wali? Sejarah dan Perjuangan Kota Pangkalan Balai Banyuasin, Kaya Warisan Tradisi adat Budaya

Adat dan budaya telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Pangkalan Balai, dan beberapa tradisi yang paling mencolok telah dilestarikan hingga saat ini.

Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah "Timbang Kepala Kerbau," yang menjadi salah satu aspek yang tak terpisahkan dari acara pernikahan di Pangkalan Balai, ibu kota Kabupaten Banyuasin dan wilayah sekitarnya di Sumatera Selatan.

Timbang Kepala Kerbau: Tradisi Unik Pernikahan

Nama "Timbang Kepala Kerbau" mungkin terdengar unik bagi banyak orang, tetapi tradisi ini memiliki makna dan signifikansi yang dalam dalam budaya Pangkalan Balai.

Tradisi ini dipraktikkan setelah pelaksanaan akad nikah dan merupakan bentuk konkret dari pembayaran sangi atau nazar (janji kepada Allah) yang diucapkan oleh orang tua mempelai.

Kategori :