Tips Aman Cegah Mabuk Perjalanan pada Lansia Tanpa Membahayakan Jantung
Lansia dengan Riwayat Jantung Mau Bepergian? Ini Waktu Aman Minum Obat Mabuk Perjalanan-Foto: IST-
SUMEKS RADIO - Bagi banyak keluarga, perjalanan jauh bersama orang tua lanjut usia sering kali menghadirkan kekhawatiran tersendiri. Salah satunya adalah risiko mabuk perjalanan atau motion sickness, yang dapat memicu mual, muntah, pusing, hingga tubuh terasa lemas.
Kondisi ini tentu semakin kompleks bila lansia memiliki riwayat penyakit jantung.
Secara umum, obat anti-mabuk seperti dimenhydrinate yang dikenal luas dengan merek dagang Antimo atau Dramamine dianjurkan diminum sekitar 30–60 menit sebelum perjalanan dimulai. Waktu ini dianggap ideal agar obat bekerja optimal dalam mencegah gejala mual saat kendaraan mulai bergerak.
Untuk kebutuhan lanjutan, dosis dapat diulang setiap 6–8 jam sesuai aturan pakai, dengan batas maksimal dosis harian pada orang dewasa.
BACA JUGA:Balita dan Manula dalam Satu Mobil? Ini Susunan Kursi MPV 3 Baris Paling Aman dan Nyaman
BACA JUGA:Yamaha Rayser 160 Bikin Penasaran! Mesin Blue Core, Irit BBM & Handling Lincah
Sementara itu, obat lain seperti hyoscine hydrobromide atau scopolamine biasanya diminum 20–30 menit sebelum perjalanan, dan bisa diulang setiap 6 jam dengan batas maksimum tertentu per hari.
Secara teori, pemberian tepat waktu akan membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan gerak, sehingga sensasi pusing dan mual bisa ditekan sejak awal.
Namun, bagi manula dengan riwayat penyakit jantung, aturan umum ini tidak bisa diterapkan begitu saja.
BACA JUGA:Tabel KUR BRI Maret 2026 Resmi Rilis, Bunga 6 Persen dan Plafon hingga Rp500 Juta
BACA JUGA:Honda Supra X 160RR Diklaim Tembus 50 Km/Liter, Jadi Salah Satu Motor 160 cc Paling Irit
Risiko yang Perlu Diwaspadai
Obat anti-mabuk generasi lama, termasuk golongan antihistamin dan antikolinergik, memiliki efek samping yang tidak ringan pada lansia.
Efek tersebut dapat berupa jantung berdebar (palpitasi), peningkatan denyut jantung (takikardia), penurunan tekanan darah (hipotensi), hingga rasa mengantuk berat yang berisiko memicu kebingungan atau delirium.
Pada pasien dengan gangguan jantung, efek antikolinergik dapat memperparah irama jantung yang tidak stabil. Selain itu, perubahan metabolisme tubuh pada usia lanjut membuat obat lebih lama berada dalam sirkulasi darah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: