Program TJSL di Laksanakan Demi Mengatasi Populasi Ikan Belida Terus Menurun di Sumatera Selatan!

Program TJSL di Laksanakan Demi Mengatasi Populasi Ikan Belida Terus Menurun di Sumatera Selatan!

Program TJSL di Laksanakan Demi Mengatasi Populasi Ikan Belida Terus Menurun di Sumatera Selatan!-Foto: google/net-

SUMEKSRADIONEWS.ONLINE - Populasi ikan belida, yang menjadi bahan baku utama dalam pembuatan pempek dan kerupuk, mengalami penurunan yang signifikan.

Untuk mengatasi masalah ini, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Plaju telah meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk menjaga kelestarian ikan belida.

Sejak tahun 1980, ikan belida telah dilindungi melalui berbagai peraturan, termasuk Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 716 tahun 1980 tentang Penetapan Binatang Liar yang Dilindungi, Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, serta Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup No. P.106 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Permen LHK No. P.20 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Setelah pengelolaan untuk kelompok ikan dialihkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, ikan belida kemudian dimasukkan dalam Kepmen Kelautan dan Perikanan No. 1 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan Dilindungi.

BACA JUGA:Menghadapi Pilkada 2024! KPU Banyuasin Ajak Media Pastikan Informasi Akurat Sampai ke Semua Lapisan Masyarakat

BACA JUGA:Pemerintah Kabupaten Banyuasin Gelar Sertijab dan Lepas Sambut Pj Bupati

"Populasi ikan belida terus menurun beberapa tahun terakhir. Eksploitasi berlebihan melalui konsumsi dan perburuan yang tidak terkendali menjadi perhatian kami," ujar Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI Unit Plaju, Siti Rachmi Indahsari, dalam keterangan pers pada Selasa (23/7/2024).

Sejak tahun 2018, Kilang Plaju telah mengadakan program Belida Musi Lestari, yang merupakan riset konservasi ikan belida dan budidaya perikanan lokal konsumsi Sumatera Selatan secara terintegrasi.

Program ini awalnya ditujukan untuk pelestarian dan budidaya ikan belida lopis (Chitala lopis) dengan melibatkan masyarakat binaan untuk membudidayakan ikan tersebut.

Saat ini, program CSR tersebut didesain dengan konsep kolaborasi bersama Badan Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang.

BACA JUGA:Menarik! Pilkada Banyuasin 2024: Askolani-Netta vs. Slamet-Alvi - Siap Bersaing, Simak Berita Lengkapnya Yuk!

BACA JUGA:Transformasi Kesehatan & Ekonomi: Inovasi Pemkab Banyuasin dalam Mengatasi Tantangan Tahun 2024

Ikan belida yang dibudidayakan di kolam instalasi BRPPUPP di Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, telah berhasil melahirkan generasi kedua (F1).

"Upaya-upaya kita dalam melestarikan ikan belida sebagai ikon Sungai Musi dan Sumatera Selatan masih terus berlanjut dengan membudidayakan indukan yang berkolaborasi dengan BRPPUPP Palembang," tambah Siti Rachmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: