Rumah Tapak Jadi Primadona: Generasi Muda Lebih Pilih Kenyamanan dan Fleksibilitas

Hal-hal sederhana ini menjadi sangat bernilai setelah melewati masa pembatasan sosial yang ketat selama pandemi.
Selain itu, rumah tapak juga memungkinkan perluasan bangunan sesuai kebutuhan pemilik.
Ini sangat berbeda dengan apartemen yang ruangnya terbatas dan tidak bisa dimodifikasi secara bebas.
Tak heran bila banyak pasangan muda dan keluarga kecil mulai mengincar kawasan-kawasan suburban yang menawarkan rumah tapak dengan harga lebih terjangkau.
Apartemen Masih Bertahan di Niche Market
BACA JUGA:Rumah Minimalis 6x8, Solusi Cerdas Punya Rumah Sendiri di 2025 Mulai Rp30 Juta
Meski popularitasnya menurun, apartemen belum sepenuhnya kehilangan daya tarik.
Yunus menjelaskan bahwa di kawasan non-Central Business District (non-CBD), apartemen tipe studio masih memiliki segmen pasar yang loyal, terutama dari kalangan mahasiswa dan pekerja muda.
Keunggulan lokasi yang dekat dengan pusat pendidikan atau area komersial, serta efisiensi biaya, menjadi nilai jual utama.
“Biasanya apartemen-apartemen ini berada di dekat kampus atau kawasan bisnis.
Jadi tetap menarik bagi penyewa yang mencari efisiensi, terutama dari kalangan menengah ke bawah,” ujar Yunus.
BACA JUGA:Jual Properti Jadi Lebih Mudah! Ini Tips Penting yang Wajib Kamu Tahu
BACA JUGA:Prospek Cerah Sektor Properti di 2025: Momentum Emas bagi Investor dan Konsumen
Namun, distribusi pasokan apartemen kini mulai terkonsentrasi pada unit-unit kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: