Dari dalam negeri, rupiah masih dibayangi faktor penekan.
Meski data keyakinan konsumen terbaru menunjukkan kondisi yang solid, pasar tetap mencermati keputusan lembaga pemeringkat internasional yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.
BACA JUGA:Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014
Isu ini membuat investor cenderung berhati-hati dan menahan ekspektasi penguatan rupiah lebih lanjut.
Artinya, rupiah memang menunjukkan daya tahan, tetapi belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang ketidakpastian.
Tips Praktis untuk Warga Sumsel Hadapi Rupiah Fluktuatif
Bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sumatera Selatan, berikut beberapa langkah praktis menyikapi kondisi rupiah saat ini:
Pelaku usaha impor disarankan mengamankan kurs saat rupiah menguat tipis
Masyarakat umum tidak perlu panik, karena pergerakan masih tergolong stabil
Investor ritel sebaiknya fokus ke instrumen berisiko moderat sambil menunggu arah kebijakan global
UMKM bisa mulai negosiasi harga bahan baku impor saat kurs relatif menguat
Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu meredam dampak fluktuasi nilai tukar dalam aktivitas ekonomi harian.
Kesimpulan: Tahan Banting, Tapi Belum Aman
Penguatan rupiah ke Rp16.792 per dolar AS menjadi sinyal bahwa mata uang Garuda masih memiliki daya tahan di tengah tekanan global.
Namun, tanpa dukungan fundamental domestik yang lebih kuat, pergerakan rupiah diperkirakan masih rentan dan fluktuatif dalam waktu dekat.
Pelaku pasar diharapkan tetap waspada, sembari menanti kepastian arah kebijakan moneter AS dan perkembangan sentimen global berikutnya.