Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.792 per Dolar, Sinyal Tahan Banting di Tengah Ketidakpastian Global

Selasa 10-02-2026,13:22 WIB
Reporter : Sujarwo
Editor : Sujarwo

Dari dalam negeri, rupiah masih dibayangi faktor penekan.

Meski data keyakinan konsumen terbaru menunjukkan kondisi yang solid, pasar tetap mencermati keputusan lembaga pemeringkat internasional yang menurunkan outlook kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

BACA JUGA:Dolar AS Tertekan Jelang The Fed, SGD Sentuh Level Terkuat Sejak 2014

Isu ini membuat investor cenderung berhati-hati dan menahan ekspektasi penguatan rupiah lebih lanjut.

Artinya, rupiah memang menunjukkan daya tahan, tetapi belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang ketidakpastian.

Tips Praktis untuk Warga Sumsel Hadapi Rupiah Fluktuatif

Bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Sumatera Selatan, berikut beberapa langkah praktis menyikapi kondisi rupiah saat ini:

Pelaku usaha impor disarankan mengamankan kurs saat rupiah menguat tipis

Masyarakat umum tidak perlu panik, karena pergerakan masih tergolong stabil

BACA JUGA:USD Melemah, Rupiah Masih di Atas Rp16.800: Pasar Global Dibayangi Politik Jepang dan Kebijakan Bank Sentral

Investor ritel sebaiknya fokus ke instrumen berisiko moderat sambil menunggu arah kebijakan global

UMKM bisa mulai negosiasi harga bahan baku impor saat kurs relatif menguat

Langkah-langkah sederhana ini dapat membantu meredam dampak fluktuasi nilai tukar dalam aktivitas ekonomi harian.

Kesimpulan: Tahan Banting, Tapi Belum Aman

Penguatan rupiah ke Rp16.792 per dolar AS menjadi sinyal bahwa mata uang Garuda masih memiliki daya tahan di tengah tekanan global.

Namun, tanpa dukungan fundamental domestik yang lebih kuat, pergerakan rupiah diperkirakan masih rentan dan fluktuatif dalam waktu dekat.

Pelaku pasar diharapkan tetap waspada, sembari menanti kepastian arah kebijakan moneter AS dan perkembangan sentimen global berikutnya.

 

Kategori :